Pilot Delta Hindari Tabrakan dengan Pembom B-52 di Langit Dakota Utara

B-52. Foto: Wikimedia
B-52. Foto: Wikimedia

Minot, Dakota Utara – Sebuah insiden udara yang berpotensi serius berhasil dihindari berkat respons cepat dari seorang pilot Delta Connection, yang melakukan manuver “agresif” untuk menghindari pembom B-52 milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

Insiden terjadi saat penerbangan DL3788, yang dioperasikan menggunakan Embraer 175LR (registrasi N604CZ), dalam rute dari Minneapolis ke Minot pada 19 Juli.
Kejadian tersebut terjadi di dekat Pangkalan Udara Minot (Minot AFB), saat fase pendekatan untuk mendarat. Menurut kapten pesawat komersial tersebut, pembom tiba-tiba muncul di jalur tabrakan tanpa ada peringatan sebelumnya dari pengatur lalu lintas udara.

+ Australia Kirim Tank M1A1 Abrams Pertama ke Ukraina

Embraer 175LR. Foto: Wikimedia
Embraer 175LR. Foto: Wikimedia

Untuk menghindari potensi tragedi, sang pilot melakukan manuver penghindaran secara mendadak. Ia menjelaskan situasi tersebut kepada para penumpang hanya setelah pesawat berhasil menjauh dari bahaya, dan menerima tepuk tangan atas keterusterangan dan ketenangannya.

Bandara Minot terletak di wilayah tanpa cakupan radar, dan pengelolaan lalu lintas udaranya sebagian besar mengandalkan prosedur visual. Sang pilot mengungkapkan keterkejutannya atas kurangnya koordinasi dari pihak militer, terutama mengingat keberadaan sistem radar di pangkalan udara tersebut.

Di media sosial, sang kapten mendapat pujian karena tetap tenang dalam menghadapi situasi penuh tekanan. Seorang penumpang mencatat bahwa penjelasan rinci dari pilot membantu menenangkan awak dan seluruh penumpang lainnya.

+ Lihat video penjelasan dari pilot

Meski menegangkan, pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Minot tanpa korban. Pihak Delta dan otoritas militer belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini.

Boeing B-52 Stratofortress

Kejadian ini menjadi semakin menonjol jika dilihat dari perbedaan ukuran pesawat yang terlibat: Boeing B-52 Stratofortress memiliki rentang sayap 49 meter dan panjang sekitar 70 meter, menjadikannya salah satu pembom strategis terbesar di dunia, sementara Embraer 175LR milik Delta memiliki rentang sayap sekitar 32 meter dan panjang 31 meter — menjadikan manuver penghindaran sangat krusial mengingat kedekatannya dengan pesawat militer yang jauh lebih besar dan memiliki karakteristik operasi yang sangat berbeda.
Foto: Wikimedia | Telegram @aviact. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.

Back to top